Tuntaskan KKN Internasional di Malaysia, 42 Mahasiswa IAIDU Asahan Kembali ke Tanah Air
0 menit baca
Mahasiswa IAIDU Asahan Gelar Doa Bersama Usai Kembali dari Menjalani Pengabdian Masyarakat Internasional selama 25 hari di 12 Sanggar Bimbingan binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia di Kampus IAIDU Asahan, Rabu (30/9/2026).
ASAHAN | Jelajahisumut.com, Sebanyak 42 mahasiswa Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan kembali ke Indonesia setelah menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Angkatan III Tahun Akademik 2025/2026 di Malaysia setelah para mahasiswa menjalankan pengabdian selama 25 hari, 6–30 September 2026, di 12 Sanggar Bimbingan binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Rombongan tiba di Kampus IAIDU Asahan, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Rektor IAIDU Asahan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, S.H., S.Pd.I., M.H., bersama jajaran pimpinan kampus, dosen pembimbing lapangan (DPL), panitia KKN Internasional, serta orang tua dan keluarga mahasiswa.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Rektor II sekaligus Ketua KKN Internasional, Dr. Surono ZR, MMLS Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) sekaligus Sekretaris KKN Internasional, Eko Priadi, S.H.I., S.H., M.H, Kepala Bidang Kemahasiswaan, Abdul Karim Panjaitan, M.Pd Kepala Bidang Keuangan, Ilham, S.Kom.I., M.Sos serta para DPL.
Dengan mengusung tema “Learning Across Borders: Empowering Migrant Communities through Islamic Values and Global Collaboration”, program KKN Internasional tahun ini menempatkan mahasiswa di tengah komunitas warga negara Indonesia, khususnya keluarga pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Salah satu fokus pengabdian diarahkan kepada anak-anak Indonesia yang mengikuti pembelajaran di Sanggar Bimbingan karena belum memperoleh akses pendidikan formal sebagaimana anak-anak seusianya di Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi akademik sekaligus memahami persoalan pendidikan dan kehidupan masyarakat Indonesia dalam konteks lintas negara.
Dalam pelaksanaannya, 42 mahasiswa dibagi ke dalam 12 kelompok dan ditempatkan di 12 lokasi Sanggar Bimbingan SIKL. Mereka melaksanakan berbagai program yang mencakup bidang keagamaan dan penguatan karakter, pendidikan dan literasi, lingkungan hidup dan ekoteologi, olahraga, serta seni.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membangun interaksi sosial dengan komunitas setempat. Mahasiswa dituntut mampu berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sasaran.
Bagi IAIDU Asahan, KKN Internasional merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas sosial.
Pengalaman berada di lingkungan lintas budaya juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan global, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan kepekaan sosial.
Dalam penyambutan kepulangan mahasiswa, Rektor IAIDU Asahan, Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian KKN Internasional.
Ia berharap pengalaman pengabdian selama berada di Malaysia tidak berhenti sebagai pengalaman perjalanan akademik, tetapi menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas perspektif, dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Pengalaman selama melaksanakan KKN Internasional hendaknya menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kematangan mahasiswa. Apa yang diperoleh selama berada di Malaysia harus dapat dibawa kembali ke kampus dan masyarakat sebagai pengetahuan, pengalaman, serta semangat untuk terus mengabdi,” ujar Dr. Nilasari.
Sementara itu, IAIDU Asahan juga menyampaikan apresiasi kepada para DPL, panitia KKN Internasional, jajaran BPPM, pengelola Sanggar Bimbingan SIKL, mitra di Malaysia, serta orang tua mahasiswa yang memberikan dukungan sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga kepulangan peserta.
Program KKN Internasional Angkatan III ini sekaligus memperkuat kesinambungan program pengabdian IAIDU Asahan di luar negeri. Sebelumnya, KKN Internasional IAIDU Asahan telah dilaksanakan di Kamboja pada 2024 dan Malaysia pada 2025.
Dengan berlanjutnya program tersebut, IAIDU Asahan menempatkan KKN Internasional sebagai salah satu bentuk penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sebagai wahana memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat dalam lingkungan global.
Kepulangan 42 mahasiswa tersebut menandai berakhirnya rangkaian KKN Internasional Angkatan III Tahun Akademik 2025/2026 di Malaysia. Namun, bagi kampus, pengalaman pengabdian lintas negara tersebut diharapkan menjadi awal dari proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang berkelanjutan. (Red),