Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Anti Narkoba Minta Peran Aktif BNNK Batu Bara dalam Pemberantasan Narkoba
0 menit baca
BATU BARA | Jelajahisumut.com, Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Anti Narkoba menyampaikan kekecewaan terhadap Kepala BNNK Batu Bara Arnis Syafni Yanti diduga tidak memberikan kontribusi positif terhadap penanggulangan Narkoba di Kabupaten Batu Bara. Hal tersebut disampaikan Muhammad Edo Azwar, SE kepada wartawan Minggu (18/10/2026).
Pasalnya menurut Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Anti Narkoba Muhammad Edo Azwar, kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batu Bara yang dinilai belum menunjukkan gebrakan nyata dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Batu Bara.
"BNNK Batu Bara seharusnya menjadi garda terdepan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, bukan justru terkesan pasif di tengah persoalan narkotika yang membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret dari seluruh pihak terkait" ujarnya.
Sementara, keberadaan BNNK bukan sekadar memenuhi struktur kelembagaan, melainkan harus dibuktikan melalui kinerja yang terukur, tindakan nyata, serta keberanian dalam mengungkap dan menindak jaringan peredaran narkoba sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Kami meminta Kepala BNNK Batu Bara, Arnis Syafni Yanti, beserta seluruh jajarannya agar segera menunjukkan kinerja nyata. Jangan sampai masyarakat justru mempertanyakan kehadiran dan peran BNNK ketika upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keseriusan, keberanian, dan langkah yang konkret,” tegas Edo Azwar.
Ia menilai, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan pernyataan, kegiatan seremonial, atau program yang berhenti pada tataran administratif. Dibutuhkan langkah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan, baik melalui upaya pencegahan, edukasi masyarakat, rehabilitasi, maupun penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu ketua Aliansi Anti Narkoba tersebut menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil dalam mengawal kinerja lembaga negara. Persoalan narkoba tidak boleh dipandang sebelah mata karena dampaknya dapat merusak masa depan generasi muda, mengancam ketahanan keluarga, dan menghambat pembangunan daerah.
“Jangan biarkan persoalan narkoba di Batu Bara berjalan tanpa penanganan yang serius. Jika kepemimpinan dan kinerja jajaran BNNK tidak menunjukkan perubahan yang berarti, kami meminta BNN RI turun tangan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Apabila terbukti tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, pergantian kepemimpinan harus menjadi opsi yang serius,” ujarnya.
Selanjutnya, ia juga meminta agar BNNK Batu Bara membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan elemen sipil lainnya guna memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba secara kolaboratif.
"Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada slogan. Publik berhak melihat keseriusan, konsistensi, dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan dari lembaga yang diberi mandat untuk menangani persoalan tersebut," Pria yang akrab disapa Edo itu. (Red),