Ribuan Warga Padati Penutupan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026
0 menit baca
BATU BARA | Jelajahisumut.com, Karisma Event Nusantara (KEN) Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (17/05/2026) sore.
Acara penutupan yang digelar di Kawasan Istana Niat Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara berlangsung khidmat dihadiri tamu undangan dari pusat, pemerintah daerah, forkopimda hingga tokoh melayu dan tokoh adat.
Festival budaya tahunan yang telah menjadi ikon Kabupaten Batu Bara ini ditutup dengan penampilan koreografi silat tradisi, parade tanjak dan juga Doa Bersama.
Ketua Panitia Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII, Darmawan, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Kementerian Pariwisata, Kementrian Budaya, PT Inalum, PT PNM, Bank Sumut dan seluruh Jajaran Panitian.
Batu Bara Bertanjak Jilid VII ini membuktikan bahwa Batu Bara Bertanjak bukan hanya seremonial, tapi gerakan ekonomi dan budaya. Stand UMKM Bahagia penuh, pengunjung membludak, ini bukti budaya menggerakkan ekonomi," kata Darmawan.
Darmawan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2027 Batu Bara masih ada kesempatan untuk dapat masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).
Salah satu Penggagas Batu Bara Bertanjak Candra Haris, dalam pidatonya menegaskan bahwa tanjak adalah marwah, "Tanjak adalah mahkota Melayu.
Bertanjak adalah cara kita mengembalikan harga diri dan jati diri. Sejak Jilid I hingga Jilid VII 2026, kita konsisten. Ini bukan soal gaya, tapi soal menjaga warisan leluhur kita di Batu Bara. Kita ingin anak cucu kita bangga menjadi Melayu Batu Bara," ujarnya.
Bupati Batu Bara dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Rusian Heri menyampaikan apresiasi tinggi.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Batu Bara, kami sangat bangga dan mendukung penuh Gebyar Batu Bara Bertanjak. Event ini telah menjadi daya tarik pariwisata dan sejalan dengan visi misi daerah dalam pelestarian budaya Melayu dan pemberdayaan UMKM," kata Rusian Heri.
"Dengan mengucapkan Alhamdulillah, Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 secara resmi kami nyatakan ditutup," tambahnya yang disambut tepuk tangan oleh tamu undangan dan penonton.
Turut hadir dalam penutupan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026 dihadiri oleh: Perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Sekda Kab. Batu Bara Rusan Heri mewakili Bupati Batu Bara, Kapolres Batu Bara diwakili Kapolsek Labuhan Ruku, Forkopimda Kabupaten Batu Bara, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Batu Bara, Keturunan Kedatokan Lima Puluh, Datok Tanah Datar dan Datok Lima Laras, Tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat umum
Pada malam harinya, penutupan dilanjutkan dengan mengumumkan pemenang lomba dan juga pemberian hadiah.
Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi Melayu dan group musik Melayu ternama Lebah Begantong, yang membawakan lagu-lagu Melayu hits dan berhasil mengajak ribuan penonton berjoget bersama di depan panggung utama.
Hingga larut malam, kawasan Gebyar Batu Bara Bertanjak masih dipadati pengunjung yang menikmati malam terakhir festival budaya terbesar di Batu Bara tersebut.
Panitia berharap Jilid VIII Tahun 2027 akan digelar lebih besar dan meriah lagi.(Fathi).