Usai Diberitakan Dua Orang Staf Ahli Anak Menteri Haji dan Umroh Mundur, Bagaimana di Kemenhaj Batu Bara?
0 menit baca
BATU BARA | Jelajahisumut.com, Sikap nepotisme tidak dapat lepas dari paradigma sejumlah pejabat negeri ini, setelah viral diberitakan secara nasional akhirnya dua anak Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf yaitu Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai tenaga ahli di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Hal tersebut dikatakan aktivitis kepemudaan yang berada di Kabupaten Batu Bara Ali Fathi Daraini kepada wartawan pada Selasa (27/10/2026).
Ali Fathi Daraini mengatakan, sikap nepotisme ini bukan hanya dipertontonkan oleh Menteri Haji dan Umroh RI yang viral secara nasional. Namun, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Batu Bara diduga juga melakukan praktik nepotisme yang serupa, dengan mengangkat tenaga sukarela atau honorer yang berasal dari wilayahnya atau bahkan diduga masih ada hubungan family, ujarnya.
Terkait praktik tersebut, sehingga hal ini tentu menjadi presedent buruk bagi integritas pejabat negara ditingkat kementerian dikarenakan telah membudayakan praktik nepotisme, ucapnya.
"Dugaan nepotisme yang dilakukan Kakan Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Batu Bara dengan mengangkat tenaga sukarela atau honor berjumlah 3 (tiga) orang telah mencederai etika dan integritas seorang pejabat publik, seharusnya Kakan memperhatikan kearifal lokal daerah tersebut atau melakukan proses seleksi serta memberikan proporsi anak-anak daerah bekerja jika itu merupakan kewenangannya" ujar Ali Fathi.
Selain itu, Ali Fathi meminta kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak untuk segera melakukan evaluasi Kakan Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Batu Bara agar dapat digantikan dengan Kakan yang mengerti kearifan lokal dan etika jabatan. (Red),