Menyelesaikan Pendidikan S-3 Ditengah Kesibukan, Ketua MAPEL Apresiasi Bupati Batu Bara
0 menit baca
BATU BARA | Jelajahisumut.com, Ketua Yayasan MAPEL Batu Bara memberikan apresiasi dan dukungan atas pencapaian akademik Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian yang sudah menyelesaikan pendidikan strata-3 (S3) Komunikasi dan Penyiaran Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) dengan nilai 98,08 dan predikat A+.
Apresiasi dan dukungan tersebut disampaikan Ketua MAPEL Batu Bara Ramadhan Zuhri, SH kepada wartawan sesaat menerima informasi kelulusan sidang desertasi Bupati Batu Bara pada Kamis (12/03/2026).
Selanjutnya Ketua MAPEL menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Batu Bara, atas pencapaian gelar Doktor. kiranya ilmu yang diraih tersebut dapat bermanfaat dan barokah terkhusus buat masyarakat Kabupaten Batu Bara.
"Ini sebuah bukti bahwa banyaknya SDM di Batu Bara yang merupakan cikal bakal pemimpin di masa mendatang. Kita masyarakat Batu Bara, memanglah orang kampung, tetapi bukan kampungan" sebut Ramadhan Zuhri.
Kemudian Ramadhan Zuhri menyatakan bahwa ini bukti banyaknya putra putri asli Batu Bara yang berhasil berkiprah diluar Kabupaten, bahkan diluar Provinsi di berbagai sektor, baik itu akademisi, praktisi, maupun wirausaha, tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian menjelaskan bahwa ia mengikuti ujian disertasi Program Doktor Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN-SU dan dinyatakan lulus dengan nilai 98,08 serta predikat A+," ujar Baharuddin di hadapan para akademisi dan peserta diskusi.
Menurutnya, menempuh pendidikan hingga jenjang doktor bukan sekadar meraih gelar akademik, melainkan bentuk komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
"Bagi saya, pendidikan doktoral bukan hanya soal gelar. Ini adalah bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas dalam melayani masyarakat," katanya.
Sebelumnya diketahui, Baharuddin yang lahir di Aek Loba, Asahan, 16 Juni 1966, menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu harus menjadi karakter utama seorang pemimpin. la menyebut ilmu pengetahuan sebagai kunci kemajuan dalam pembangunan daerah.
"Ilmu pengetahuan adalah kunci kemajuan. Sebagai pemimpin kita tidak boleh berhenti belajar. Setiap hari adalah kesempatan untuk menambah wawasan agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebelum meraih gelar doktor, Baharuddin menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan studi magister hingga meraih gelar M.Si. Ia menilai pengalaman akademik tersebut menjadi bekal penting dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik kepemimpinan di daerah.
Dalam forum Makobar yang mempertemukan akademisi dan praktisi, Baharuddin juga memaparkan visinya untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dengan UIN-SU.
la menilai hasil riset dari dunia akademik perlu dijembatani dengan kebijakan pemerintah agar dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
"Kita perlu menjembatani dunia akademisi dan praktisi agar hasil penelitian tidak hanya berhenti di kampus, tetapi dapat diimplementasikan untuk kemajuan daerah," jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, akademisi yang turut hadir, Muslim Simbolon, menyebut pencapaian Baharuddin sebagai contoh nyata pemimpin yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kepemimpinan. fondasi
"Pemimpin yang cinta ilmu akan mampu membawa perubahan positif. Semangat yang ditunjukkan Bupati Baharuddin sangat inspiratif, terutama bagi generasi muda dan calon pemimpin masa depan," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, Pemerintah Kabupaten Batubara berencana memperkuat dukungan terhadap dunia pendidikan dan riset. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberian bantuan bagi mahasiswa berprestasi yang melakukan penelitian terkait persoalan daerah.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kajian-kajian akademik yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Batu Bara.
Acara Makobar yang diselenggarakan UIN-SU sendiri bertujuan menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum pertukaran gagasan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Diskusi yang berlangsung juga membahas berbagai strategi meningkatkan minat belajar, memperkuat budaya riset, serta membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.
Melalui momentum tersebut, Baharuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan budaya belajar yang berkelanjutan. (Red),