Perjuangan Jaga Warisan Melayu dan Angkat Wisata Budaya di Tingkat Nasional, Ketua Panitia Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026
0 menit baca
BATU BARA | Jelajahisumut.com, Ketua Panitia Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026, Darmawan Sarianto Nst, menegaskan bahwa perhelatan budaya tahun ini bukanlah perjalanan yang mudah.
"Di balik setiap langkah ada perjuangan, pengorbanan, doa, harapan dan semangat untuk menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Serta upaya kami dan kita semua dalam mengenalkan wisata budaya Kabupaten Batu Bara di tingkat nasional," ujar Darmawan kepada media, Minggu (18/10/2026) di Nibung Hangus.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawan menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, kepercayaan dan kontribusi.
"Terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atas dukungan dan kepercayaan terhadap pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi Kementerian Kebudayaan RI atas perhatian dan dukungan terhadap upaya pelestarian, pengembangan serta pemajuan kebudayaan Indonesia, khususnya kebudayaan Melayu di Kabupaten Batu Bara melalui Program Pendayagunaan Ruang Publik dalam Dana Indonesiana.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara, baik eksekutif dan legislatif beserta seluruh jajaran, atas dukungan, perhatian serta sinergi dalam mendorong pelestarian kebudayaan dan pengembangan potensi daerah.
Selain itu, Darmawan mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, para sponsor seperti PT Inalum dan PT PNM, mitra kerja, donatur serta seluruh pihak pendukung yang telah memberikan bantuan baik materi, fasilitas, tenaga, pikiran maupun dukungan lainnya.
"Setiap kontribusi yang diberikan merupakan bagian penting dari perjuangan bersama dalam menjaga kebudayaan," ungkapnya.
Darmawan juga memberikan apresiasi kepada para tokoh adat, kedatukan, budayawan, seniman, komunitas budaya, generasi muda, relawan, insan media, serta seluruh masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Melayu.
"Bagi kami, setiap dukungan bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah kepercayaan dan amanah untuk terus berbuat bagi kebudayaan. Kami menyadari bahwa perjuangan melestarikan budaya tidak dapat dilakukan sendirian. Dibutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat," sebutnya.
Ia menegaskan, kebudayaan bukanlah masa lalu yang harus ditinggalkan, melainkan akar yang harus dijaga agar masa depan tetap memiliki arah dan jati diri.
"Apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Segala masukan dan kritik yang membangun akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus berbenah dan menghadirkan kegiatan budaya yang lebih baik pada masa mendatang," tegas Darmawan.
Menurutnya, tujuh tahun perjalanan Batu Bara Bertanjak menjadi pengingat bahwa perjuangan kebudayaan tidak berhenti pada sebuah perhelatan.
"Perjuangan ini akan terus berlanjut melalui pendidikan, kreativitas, pelestarian tradisi, pemberdayaan seniman, serta keterlibatan generasi muda. Kami tidak sedang membangun sebuah acara semata, tetapi sedang berusaha menjaga warisan, menanamkan kebanggaan, dan meninggalkan jejak kebudayaan bagi generasi yang akan datang," ujarnya.
"Semoga segala dukungan, kebaikan, dan kontribusi yang telah diberikan menjadi amal kebaikan serta membawa manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Mari terus bergandengan tangan untuk menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan identitas, persatuan, dan kemajuan Kabupaten Batu Bara," ajak Darmawan.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat panitia akan merilis jumlah dan sumber pendanaan serta progresnya.
"Kami juga akan sampaikan dampak ekonomi, baik jumlah tenaga kerja, jumlah UMKM yang berpartisipasi, jumlah komunitas, dan jumlah pekerja seni yang terlibat. Serta dampak sosial-budaya dan dampak lingkungan," pungkasnya. (Fathi)