KBIHU Al Amin Gelar Bimsik, 80 Calon Jemaah Haji Siap Diberangkatkan Tahun 2027
0 menit baca
BATU BARA | Jelajahisumut.com, Sebanyak 80 calon jemaah haji Kabupaten Batubara untuk musim haji 2027 mengikuti bimbingan manasik haji (bimsik) yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Amin, Kecamatan Air Putih, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PD IPHI) Kabupaten Batubara. Ketua PD IPHI Batubara, H. Bakhtiar Mogaza, S.Pd., M.Hum., hadir memberikan materi sekaligus penguatan kepada para calon jemaah.
H. Bakhtiar mengatakan, bimbingan manasik yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon jemaah agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara mandiri, tertib dan sesuai ketentuan.
Menurutnya, KBIHU merupakan mitra strategis Kementerian Haji dan Umrah RI dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji, patut diapresiasi terutama dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian calon jemaah sesuai UU.No.14 Tahun 2025,ujarnya
Dalam pemaparannya, H. Bakhtiar menyebut terdapat empat pilar kompetensi manasik haji yang perlu dikuasai calon jemaah sebagai salah satu parameter keberhasilan persiapan ibadah haji.
Empat pilar tersebut yakni fikih ibadah, skenario operasional, penerapan rukhsah, serta keselamatan dan struktural.
Pada aspek fikih ibadah, calon jemaah dibekali pemahaman mengenai rukun, wajib, sunah, serta ketentuan dam.
Kemudian skenario operasional mencakup pemahaman pelaksanaan ibadah di Makkah, Madinah, Armuzna hingga pelaksanaan nafar.
“Yang ketiga adalah penerapan rukhsah, yaitu memahami keringanan dalam ibadah dan layanan pendampingan bagi jemaah yang membutuhkan,” kata H. Bakhtiar.
Sedangkan pilar keempat berkaitan dengan keselamatan dan struktural, meliputi adab, kebugaran fisik, pengenalan tanda-tanda bahaya serta pemahaman mengenai peran petugas haji.
Petugas Haji Bertugas Melayani Jemaah
Pada kesempatan tersebut, H. Bakhtiar juga menjelaskan pentingnya pemahaman calon jemaah terhadap tugas dan fungsi petugas haji selama berada di Tanah Suci.
Ia menegaskan, petugas haji merupakan katalisator pelayanan yang hadir untuk melayani dan memberikan perlindungan kepada jemaah.
“Petugas haji bukan yang harus dilayani, tetapi bertugas melayani jemaah dan siap memimpin rombongan kloter,” tegasnya.
Ia menjelaskan, TPHI memiliki peran dalam memimpin rombongan kloter, khususnya dalam aspek nonteknis ibadah seperti akomodasi, konsumsi dan transportasi, serta bertanggung jawab terhadap pelayanan jemaah.
Sementara TPIHI berperan sebagai pembimbing rohani sekaligus tempat konsultasi manasik bagi jemaah.
Peran TPIHI, lanjutnya, menjadi sangat penting dalam mendampingi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas, terutama ketika menghadapi rangkaian Armuzna.
Dalam kondisi tertentu, pelayanan kepada jemaah dapat dilakukan melalui skema seperti safari wukuf, murur dan tanazul yang membutuhkan koordinasi dengan tenaga kesehatan haji (TKHI).
Jemaah Diminta Jaga Kebugaran
H. Bakhtiar juga mengingatkan calon jemaah agar tidak hanya fokus mempersiapkan pengetahuan tentang manasik, tetapi juga mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh hari.
Ia mengimbau calon jemaah menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga dan mempertahankan kebugaran tubuh.
“Bagi calon jemaah haji yang mengikuti bimsik di KBIHU Al Amin, saya berharap dapat mengikuti pembelajaran yang disampaikan para pembimbing dengan baik sehingga memiliki bekal yang cukup dalam melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.
“Saya juga mengimbau calon jemaah menjaga pola hidup sehat, berolahraga dan merawat kebugaran. Kondisi fisik sangat penting untuk menghadapi seluruh rangkaian ibadah haji,” sambungnya.
Kegiatan bimbingan manasik kemudian ditutup dengan lantunan talbiyah dan selawat. Suasana semakin khidmat ketika para peserta saling bersalaman.
Penutupan dipimpin Ustaz Rif'at Dzaki bin Amin, Lc., didampingi Wakil Ketua PC IPHI Kecamatan Air Putih, Buya H. Muas, yang juga merupakan Penasehat KBIHU Al Amin.
Bimbingan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi 80 calon jemaah haji dalam meningkatkan pemahaman manasik, kesiapan fisik dan mental, serta kemandirian sebelum menjalankan ibadah haji tahun 2027. (Red),